PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.
Green City
Sabtu, 26 Februari 2011
Konferensi Perubahan Iklim PBB akan diadakan lagi tanggal 7-18 Desember 2009 ini di Kopenhagen, Denmark. Semoga saja ada terobosan baru, agar Bumi semakin terbebas dari beban emisi yang menyebabkan terjadinya Pemanasan Global, sekarang ini.
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai warga Bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari rumah tempat kita tinggal, diantaranya seperti hal-hal berikut ini:
Hemat Pemakaian Listrik :
Matikan peralatan listrik jika sedang tidak digunakan. Hanya menggunakan peralatan listrik ketika kita membutuhkannya. Tidak menggunakan peralatan yang menggunakan listrik; jika dapat dengan mudah dilakukan dengan tangan, seperti membuka kaleng, botol dsb. Hubungkan lampu di halaman rumah dengan sebuah alat pengatur waktu (timer) atau fotocel sinar matahari. Gunakan jenis lampu
Apa itu Speedy
Speedy adalah produk Layanan internet access end-to-end dari PT. TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).
Apa itu DSL?
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan.
Speedy adalah produk Layanan internet access end-to-end dari PT. TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).
Apa itu DSL?
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan.
Indonesia dinilai di dunia internasional sebagai negara yang menjadi basis kuat terorisme dunia. Yah, sepertinya pemikiran itu bisa terpatahkan bahwa terorisme merata di dunia bukan hanya Indonesia saja. Kejadian yang baru saja dialami oleh negara tetangga kita, India, membuat kita terhenyak seakan melihat salah satu film action. Tanggal 26 dan 27 November 2008, terorisme menguasai beberapa lokasi di kota Mumbai, salah satunya di hotel Taj Mahal yang merupakan hotel prestige yang menjadi simbol di kota tersebut. Disinyalir bahwa terorisme dilakukan oleh Mujahidin Dekan yang lagi-lagi mengatasnamakan Islam (karena adanya email yang dikirim ke salah satu kantor berita di India). Pihak militer India berhasil menguasai kembali daerah tawanan (Hotel Taj Mahal) pada tanggal 28 November 2008. Banyak seklai mayat-mayat bergelimpangan di ruangan hotel tersebut. Meskipun pihak militer India sudah menyatakan mereka sudah mengendalikan keadaan, tapi masih terdengar suara tembakan dari dalam hotel. Diperkirakan lebih dari 125 orang yang meninggal dalam insiden tersebut. Dan 300 orang luka-luka. Warga Indonesia yang bekerja di India juga ada yang menjadi sandera. 5 orang WNI yang bekerja di hotel Oberoi Trident akhirnya bisa diselamatkan dalam kondisi yang lemah, karena mereka bersembunyi selama 5 hari dengan mengandalkan air minum yang ada.
Langganan:
Postingan (Atom)